Sabtu, 4 Agustus 2012.. 13.00 wib
Aslmlkm :D
Bismillah. Siang ini cerah banget banget, es teh yang tadi
kebayang mulu dipikiran coba saya tepis dengan menulis. Kali ini saya mau coba
beranikan menulis sedikit.. Semoga bisa dipertangung jawabkan. Kurang lebih
sebulan yang lalu saya gagal masuk kedalam sebuah organisasi dikampus. Organisasi
pusat yang memang besar dikampus. Saya ngga perlu sebut merek karna ngga mau
menyingung suatu instansi itu.. hehe iya, sebulan yang lalu saya mengikuti open
recriutment instansi itu, awalnya sempet sangat ragu untuk ikut OP. Karna nilai
IP saya yang terjun payung dan ngga menyentuh angka tiga. Tapi karna memang
kemauan untuk kesana cukup besar dan saya sudah cantumkan keinginan saya itu
kedalam dreams book saya. Akhirnya saya nekat menghalau kegalaluan itu. Saya beranikan
diri untuk OR.
Kurang lebih seminggu saya tunggu dengan was was pengumuman itu. Dan jeder, malam harinya salah satu temen magang saya bbm dan menannyakan apa ada sms masuk yang mengucapkan “selamat anda menjadi bagian dari B*&%^&%^* (sensor)” waktu itu saya fikir mungkin smsnya belum masuk atau pending. Tapi sampai jam 11 malam pun sampai jam 12 malam pun sms itu belum masuk.
Ya, saat itulah saya yakin bahwa saya tidak menjadi bagian dari mereka. Hem, rasanya.. seperti dipukul dari belakang pake kayu yang biasa buat siskamling. Ohmen, itu mimpi saya!!! Harapan, teman teman dan lingkungan yang sangat kondusif untuk saya berkembang karna kanan kiri saya adalah orang2 yang hebat. Jujur saya fikir saya tidak punya alasan untuk ditolak. Karna selama saya magang disana saya benar benar memberikan yang tebaik. saat itu saya menunduk dan menangis kepada Allah bahkan hampir beberapa hari saya menangis, pada saat menulis ini pun mata saya masih berkaca2 terbayang pedihnya.. hehe lebay! Tapi beneran. Rasa kecwa tidak kepada instansi itu sebenarnya, tapi pertanyaan itu semua tertuju kepada Allah. Kenapa harus saya yang ngga lolos, kenapa ngga Allah ijinkan saya disana padahal Allah tau itu adalah bagian dari mimpi besar saya. Namun seiring jalannya waktu Allah beri jawabannya satu satu.
Perlahan, wejangan dari saudara saudari ku sampai ke telinga. Bahwa mungkin Allah inginkan aku ditempat lain, mungkin Allah ingin aku luruskan niatku berbakti terhadap kampus hanya untukNya, mungkin Allah ingin aku belajar bahwa apa yang kamu fikir baik belum tentu baik untuk mu. Ya benar, saya berkaca.. Allah memang tidak pernah salah.
Jauh aku melihat organisasi pusat ladang dakwah ditempat pusat namun keadaan interen jurusan ku bagaimana? Tapi ku fikir, bukan dijurusan lah tempat ku. Bukan disana yang aku mau, disana begitu gelap dan aku tidak lihat aku akan berkembang disana. Disana bukan tempat yang kondusif untuk aku belajar. Namun saya ingat perkataan seorang saudari saya yang sangat mengetuk hati “ketika kamu terlahir di desa yang gelap gulita apakah kamu bagian dari orang yang akan mengutuk kegelapan itu sendiri atau justru menciptakan penerangan??” glek!! Benar, jika aku bagian dari orang yang mengutuk kegelapan, pergi menghilang dari desa itu aku adalah orang yang tidak berbeda dari orang yang lain. Tapi jika aku hadapi kegelapan itu, dan aku buat penerangan untuk desa itu sehingga bermanfaat bagi penduduk desa, itulah hal yang luar biasa. Aku hanya punya dua pilihan, menjadi orang yang berfikir sama dengan orang2 biasa dan tanpa manfaat atau menjadi orang yang berfikir berbeda dari orang lain memberikan manfaat yang luar biasa. Jelas, setiap orang ingin menjadi orang yang luar biasa.
Disitulah maksut Allah. Allah ingin aku memberikan penerangan bagi desa yang gelap itu. Allah ingin menjadikan ku lebih! Lebih kuat, lebih tegar dan lebih bermanfaat. Bahwa aku hidup didunia ini berbakti terhadap kampus, hanya agar aku bermanfaat, dan hanya untukNya. Sekarang, jelaslah sudah. Dimanapun aku berpijak nantinya, dimana pun nanti Allah berikan aku tempat untuk bertugas menyerukan kebenaran darinya insya allah aku ikhlas. Asal jangan jadi kaput ya Allah.. dalam sholat pun kita katakan kepada Allah, sesungguhnya solat hidup dan matiku hanya untuk Allah. Lalu, apalagi yang harus ditepis? Lillah :D
Kurang lebih seminggu saya tunggu dengan was was pengumuman itu. Dan jeder, malam harinya salah satu temen magang saya bbm dan menannyakan apa ada sms masuk yang mengucapkan “selamat anda menjadi bagian dari B*&%^&%^* (sensor)” waktu itu saya fikir mungkin smsnya belum masuk atau pending. Tapi sampai jam 11 malam pun sampai jam 12 malam pun sms itu belum masuk.
Ya, saat itulah saya yakin bahwa saya tidak menjadi bagian dari mereka. Hem, rasanya.. seperti dipukul dari belakang pake kayu yang biasa buat siskamling. Ohmen, itu mimpi saya!!! Harapan, teman teman dan lingkungan yang sangat kondusif untuk saya berkembang karna kanan kiri saya adalah orang2 yang hebat. Jujur saya fikir saya tidak punya alasan untuk ditolak. Karna selama saya magang disana saya benar benar memberikan yang tebaik. saat itu saya menunduk dan menangis kepada Allah bahkan hampir beberapa hari saya menangis, pada saat menulis ini pun mata saya masih berkaca2 terbayang pedihnya.. hehe lebay! Tapi beneran. Rasa kecwa tidak kepada instansi itu sebenarnya, tapi pertanyaan itu semua tertuju kepada Allah. Kenapa harus saya yang ngga lolos, kenapa ngga Allah ijinkan saya disana padahal Allah tau itu adalah bagian dari mimpi besar saya. Namun seiring jalannya waktu Allah beri jawabannya satu satu.
Perlahan, wejangan dari saudara saudari ku sampai ke telinga. Bahwa mungkin Allah inginkan aku ditempat lain, mungkin Allah ingin aku luruskan niatku berbakti terhadap kampus hanya untukNya, mungkin Allah ingin aku belajar bahwa apa yang kamu fikir baik belum tentu baik untuk mu. Ya benar, saya berkaca.. Allah memang tidak pernah salah.
Jauh aku melihat organisasi pusat ladang dakwah ditempat pusat namun keadaan interen jurusan ku bagaimana? Tapi ku fikir, bukan dijurusan lah tempat ku. Bukan disana yang aku mau, disana begitu gelap dan aku tidak lihat aku akan berkembang disana. Disana bukan tempat yang kondusif untuk aku belajar. Namun saya ingat perkataan seorang saudari saya yang sangat mengetuk hati “ketika kamu terlahir di desa yang gelap gulita apakah kamu bagian dari orang yang akan mengutuk kegelapan itu sendiri atau justru menciptakan penerangan??” glek!! Benar, jika aku bagian dari orang yang mengutuk kegelapan, pergi menghilang dari desa itu aku adalah orang yang tidak berbeda dari orang yang lain. Tapi jika aku hadapi kegelapan itu, dan aku buat penerangan untuk desa itu sehingga bermanfaat bagi penduduk desa, itulah hal yang luar biasa. Aku hanya punya dua pilihan, menjadi orang yang berfikir sama dengan orang2 biasa dan tanpa manfaat atau menjadi orang yang berfikir berbeda dari orang lain memberikan manfaat yang luar biasa. Jelas, setiap orang ingin menjadi orang yang luar biasa.
Disitulah maksut Allah. Allah ingin aku memberikan penerangan bagi desa yang gelap itu. Allah ingin menjadikan ku lebih! Lebih kuat, lebih tegar dan lebih bermanfaat. Bahwa aku hidup didunia ini berbakti terhadap kampus, hanya agar aku bermanfaat, dan hanya untukNya. Sekarang, jelaslah sudah. Dimanapun aku berpijak nantinya, dimana pun nanti Allah berikan aku tempat untuk bertugas menyerukan kebenaran darinya insya allah aku ikhlas. Asal jangan jadi kaput ya Allah.. dalam sholat pun kita katakan kepada Allah, sesungguhnya solat hidup dan matiku hanya untuk Allah. Lalu, apalagi yang harus ditepis? Lillah :D
Wsslmlkm.. Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar