action is always better than talk! that’s word means a lot for me.
dan buat saya mikir banget, kita sebagai orang kok kayaknya banyak
banget komen, tapi ngga ada langkah konkrit yang bisa kita lakuin. kayak
beo aja gitu, padahal kita terlahir lebih mulia dari beo dikasih akal
lebih sempurna dari beo tapi kelakuan kita ya.. sama aja sama beo. mau
bukti? we’ll see!
banyak mahasiswa mahasiswi yang bersatu padu menyerukan suara
kebenaran, mereka menuntut untuk pemerintah yang jujur, pemerintah yang
bersihlah, pemerintah yang peduli kepada rakyat dan lain lain. sadar
ngga kalo kita seperti meneriaki diri kita sendiri? hey dude! pemerintah
kita itu adalah cerminan dari rakyatnya! sudah adilkah kita kepada
mereka pemerintah yang kita maki maki biangnya korupsi tapi kita sendiri
masih menyontek? dimana letak keadilan kita? kita berteriak bernyanyi
menuntut keadilan tapi kita tidak adil? see?! kita menuntut pemerintah
untuk perduli, tapi seberapa jauh keperdulian kita terhadap lingkungan?
selama sampah masih dibuang sembarangan, jangan mengaku perduli terhadap
lingkungan. hallo para muda mudi indonesia! yang berteriak menyuarakan
suara rakyat, kita menuntut pemerintah untuk melakukan tugasnya dengan
baik, menjadi pelayan masyarakat tapi apakah kita juga sudah melakukan
tugas kita dengan baik menjadi pelayan bagi orang tua kita?! apa terlalu
sibuk memkirkan rakyat hingga tidak sempat berbagi melayani orang tua
kita?! masih kah kamu mampu berteriak meneriakan suara keadilan ketika
kamu saja tidak mampu adil terhadap keluarga mu? terhadap tuhan mu?
aku jadi ingat apa yang kaka mentor ku bilang saat dia bercerita
mengenai ke kalifahan Ali, ada seorang rakyat yang berkeluh kesah saat
kepemimpinan Ali. begitu banyak nabi nabi palsu beredar mengapa rasanya
beliau begitu kacau dalam memimpin tidak seperti zaman Rasulullah
memimpin, tidak ada nabi palsu. rasanya begitu indah…. lalu Ali menjawab
karna pada saat Rasulullah memimpin, orang orang yang seperti aku lah
yang menjadi rakyatnya dan pada saat aku memimpin orang orang seperti
kamulah yang menjadi rakyatnya. jelas secara tersirat Ali mengatakan
bahwa kualitas seorang pemimpin itu tercermin dari bagaimana rakyatnya.
bangsa ini tidak terlahir dari sebuah komentar belaka mbak… mas….
kalo kebanyakan komen, ngga akan maju nih bangsa! ngga butuh kita komen
tanpa aksi nyata aksi konkrit. indonesia ngga butuh para beo beo yang
cuman bisa jadi komentator. lakukanlah lebih dari sekedar komentar!
memulai dengan diri sendiri, dengan membiasakan jujur, peduli, disiplin
maka dengan sendirinya kita akan mendapatkan pemimpin yang jujur, peduli
dan disiplin. kelak kita yang akan berdiri dikursi singahsana itu, yang
akan membawa kemana arahnya bangsa ini akan dibawa. apakah kita sudah
pantas menjadi pemimpin bagi bangsa ini?! take action!
