Minggu, 30 September 2012

action is always better than talk!

action is always better than talk! that’s word means a lot for me. dan buat saya mikir banget, kita sebagai orang kok kayaknya banyak banget komen, tapi ngga ada langkah konkrit yang bisa kita lakuin. kayak beo aja gitu, padahal kita terlahir lebih mulia dari beo dikasih akal lebih sempurna dari beo tapi kelakuan kita ya.. sama aja sama beo. mau bukti? we’ll see!

banyak mahasiswa mahasiswi yang bersatu padu menyerukan suara kebenaran, mereka menuntut untuk pemerintah yang jujur, pemerintah yang bersihlah, pemerintah yang peduli kepada rakyat dan lain lain. sadar ngga kalo kita seperti meneriaki diri kita sendiri? hey dude! pemerintah kita itu adalah cerminan dari rakyatnya! sudah adilkah kita kepada mereka pemerintah yang kita maki maki biangnya korupsi tapi kita sendiri masih menyontek? dimana letak keadilan kita? kita berteriak bernyanyi menuntut keadilan tapi kita tidak adil? see?! kita menuntut pemerintah untuk perduli, tapi seberapa jauh keperdulian kita terhadap lingkungan? selama sampah masih dibuang sembarangan, jangan mengaku perduli terhadap lingkungan. hallo para muda mudi indonesia! yang berteriak menyuarakan suara rakyat, kita menuntut pemerintah untuk melakukan tugasnya dengan baik, menjadi pelayan masyarakat tapi apakah kita juga sudah melakukan tugas kita dengan baik menjadi pelayan bagi orang tua kita?! apa terlalu sibuk memkirkan rakyat hingga tidak sempat berbagi melayani orang tua kita?! masih kah kamu mampu berteriak meneriakan suara keadilan ketika kamu saja tidak mampu adil terhadap keluarga mu? terhadap tuhan mu?

aku jadi ingat apa yang kaka mentor ku bilang saat dia bercerita mengenai ke kalifahan Ali, ada seorang rakyat yang berkeluh kesah saat kepemimpinan Ali. begitu banyak nabi nabi palsu beredar mengapa rasanya beliau begitu kacau dalam memimpin tidak seperti zaman Rasulullah memimpin, tidak ada nabi palsu. rasanya begitu indah…. lalu Ali menjawab karna pada saat Rasulullah memimpin, orang orang yang seperti aku lah yang menjadi rakyatnya dan pada saat aku memimpin orang orang seperti kamulah yang menjadi rakyatnya. jelas secara tersirat Ali mengatakan bahwa kualitas seorang pemimpin itu tercermin dari bagaimana rakyatnya.

bangsa ini tidak terlahir dari sebuah komentar belaka mbak… mas…. kalo kebanyakan komen, ngga akan maju nih bangsa! ngga butuh kita komen tanpa aksi nyata aksi konkrit. indonesia ngga butuh para beo beo yang cuman bisa jadi komentator. lakukanlah lebih dari sekedar komentar! memulai dengan diri sendiri, dengan membiasakan jujur, peduli, disiplin maka dengan sendirinya kita akan mendapatkan pemimpin yang jujur, peduli dan disiplin. kelak kita yang akan berdiri dikursi singahsana itu, yang akan membawa kemana arahnya bangsa ini akan dibawa. apakah kita sudah pantas menjadi pemimpin bagi bangsa ini?! take action!